” lo aja deh yg bawa .. ” katanya.
“yahh payah lo, bawa buku aja gak berani” ujar seorang siswa lainnya sambil memasukkan buku ke balik bajunya.
Teeet..Teeet.. mereka pun masuk ruangan ujian.
…
( setahun kemudian.. )
“WAH APAN TUH!” salah seorang siswa yang berjalan di lorong sekolah berteriak.
“ada apa?” ujar wakil kepala sekolah yang kebetulan lewat, sambil melirik ke ruangan yang ditunjuk siswa tersebut.
“ini siapa yang buat?!” tanyanya dengan nada tinggi kepada beberapa siswa yang masih diruangan ujian. serentak mereka menyebutkan sebuah nama..
beberapa berbisik, ada yg menggeleng perlahan. tapi yang terdengar dari ruang guru itu adalah suara tinggi wakil kepala sekolah kepada yang berdiri tertunduk kaku didepannya. beberapa lama kemudian pengawas ruangan masuk..
“…tulisan2 yang dia buat yang memenuhi papan tulis itu tidak ada yang keluar dalam soal…” sebagian ucapan pembelaan yg terdengar dari laporan sang pengawas sedikit melegakan.
..
sekolah sudah sepi.. dengan kepala yang masih tertunduk, ia keluar dari ruangan guru.. tidak lagi memperhatikan nada tinggi wakil kepala sekolah yang memang sudah tidak lagi ditujukan secara langsung kepadanya..
iapun bergegas pulang .. setelah mengambil sebuah buku tebal dari jendela disamping tempat duduk ujiannya..
…